Usulkan Pajak Pembelian Mobil 0% Tunjukkan Bahwa Kalangan Pemerintahan Tak Paham Konsep Pajak Kendaraan Bermotor

Foto: Torsten Dettlaff/Pexels

Ada usulan yang cukup revolusioner dalam mengatasi resesi ekonomi di Indonesia akibat pandemi covid-19 ini. Kementerian Perindustrian mengusulkan agar pajak pembelian mobil baru diturunkan menjadi 0%, atau dengan kata lain dihapuskan. Harapannya, dengan dihapuskannya pajak pembelian ini, harga mobil baru bisa turun drastis, mencapai 40%. Sehingga, orang akan beramai-ramai beli mobil baru β€” kalau uangnya ada tentunya.

Jujur saja, saya bingung dengan usulan ini. Saya paham bahwa pajak pembelian mobil baru sangat besar, teramat besar. Total 40% dari harga jual. Tapi kita tentu harus paham, ada alasan mengapa pajak kendaraan bermotor sampai sebesar itu.

Kendaraan bermotor itu tidak bisa dijual begitu saja ke konsumen seperti handphone, laptop, nasi goreng, kacang goreng, dll. Kenapa? Karena kendaraan bermotor butuh jalan raya. Tanpa jalan raya, mobil-mobil yang kita miliki mungkin tidak bisa keluar rumah. Jangankan keluar rumah, dealer bahkan bisa jadi tak akan bisa mengantarkan mobil kita ke rumah, karena jalanan ke rumah kita tidak bisa dilewati mobil.

Itu sebabnya bea balik nama sangat mahal, karena konsepnya digunakan untuk membangun jalan baru. Ketika ada kendaraan baru masuk ke sebuah wilayah, maka jalan baru harus dibangun. Sementara, pajak tahunannya lebih β€œmurah”, karena digunakan hanya untuk perbaikan jalan saja.

Penggunaan pajak ini tidak melulu harus dalam bentuk jalan dan jembatan. Yang penting meningkatkan kenyamanan pemilik kendaraan. Misalnya untuk revitalisasi angkutan umum. Karena tidak semua orang yang beli mobil menggunakannya untuk beraktivitas sehari-hari. Banyak juga pemilik mobil yang berangkat kerja menggunakan sepeda motor, bus, atapun KRL. Sehingga kemacetan bisa berkurang. Jalanan terasa makin lengang tanpa perlu menambah ruas jalan.

Nah, kalau kemudian ternyata pajak-pajak kendaraan ini tidak digunakan untuk keperluan pengguna jalan dan malah digunakan untuk kepentingan lain, ya itu beda urusan. Mungkin mereka lupa. Atau mungkin mereka tidak tahu. Atau mereka sebenarnya tahu, tapi mereka memilih untuk seolah mereka tak tahu.

Jadi, kalau jalanan di kota macet karena terlalu sempit, atau jalanan penuh lubang secara menahun, bisa jadi bukan karena uangnya tidak ada. Uangnya ada. Kita bayarkan tiap kita balik nama kendaraan dan juga tiap tahun. Mungkin bisa diperiksa bansosnya. Siapa tahu bau aspal.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.

Posts created 36

2 tanggapan pada “Usulkan Pajak Pembelian Mobil 0% Tunjukkan Bahwa Kalangan Pemerintahan Tak Paham Konsep Pajak Kendaraan Bermotor

  1. mantap gan… tapi boleh lah relaksasi setaun buat pajak kendaraan bermotor.
    dan juga apa lagi kendaraan listrik , AWD dan 4WD, karena dua hal terakhir untuk indonesia sebetulnya kebutuhan, bukan gaya2an. lha wong banyak gunung dan jalan makadam atau malah tanah.

    1. Boleh juga idenya. tapi jangan disama ratakan klo bisa jika ngomong kebutuhan. misalnya AWD dan 4WD itu relaksasi hanya di daerah yang jalanannya emg makadam, misal papua yang dalem sana. klo dki jabar tangerang dll sih beli mobil bgtu buat gaya, lha wong jalanannya ga se rusak di papua dalem gtu.

      gmn klo ada yang beli di papua dan dibawa ke jakarta? nah ini baru pajaknya normal aja πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas