Sang “Penipu” Itu Akhirnya Menjadi Tsar — Sejarah Rusia (19)




Sebuah Lukisan yang Menggambarkan Masa-Masa Kekacauan di Imperium Rusia (Sumber: Lukisan Konstantin Makovsky, Wikipedia)

Mendengar kabar bahwa Dmitry I “Gadungan” memperoleh dukungan dari luar negeri, Tsar Boris Godunov menyebarkan isu bahwa Dmitry sebenarnya adalah seorang pendeta yang kabur dari biara dengan nama Grigory Otrepyev. Namun, tetap saja dukungan masyarakat terhadap Tsar Boris Godunov menurun. Selain karena Boris bukanlah seorang keturunan Rurik, juga karena adanya masa paceklik akibat letusan Gunung Huaynaputina di Peru. Di sisi lain, banyak juga para boyar yang tidak mendukung Boris. Momen ini mereka manfaatkan untuk melawan Boris dan menjadi alasan bagi mereka untuk tidak membayar pajak.

Dmitry berhasil mengumpulkan kurang lebih 4000 pasukan untuk menyerbu Rusia. Pasukan ini terdiri atas pasukan Polandia dan Lithuania, tentara bayaran dari Jerman, Kossak, dan sejumlah pasukan dari paya boyar di Rusia. Raja Polandia Sigismund III Vasa memang tidak secara resmi menyatakan dukungannya, namun tetap memberikan bantuan di belakang layar. Diduga, saat itu kerajaan Polandia sedang berperang dengan Kerajaan Swedia dan Kekhalifahan Utsmaniyah, sehingga Sigismund III tidak ingin menambah musuh.

Secara teknis, seharusnya tentara sekecil ini tidak mungkin bisa mengalahkan pasukan Rusia. Dan memang, Dmitry sudah berada di ujung tanduk. Kekalahan sudah di depan mata. Namun, karena Tsar Boris Godunov secara mendadak meninggal pada April 1605, maka Dmitry I “Gadungan” bisa dengan leluasa melenggang masuk ke Moskow.




Juni 1605, para boyar melakukan kudeta terhadap Tsar Fyodor II, anak Boris Godunov. Fyodor dan ibu ditahan di dalam apartemen mereka. Pada tanggal 20 Juni 1605, Dmitry dan pasukannya memasuki kota Moskow dan melakukan parade kemenangan. Di hari yang sama, Fyodor dan ibunya dibunuh dengan cara dicekik. Jasad Fyodor kemudian dipamerkan kepada masyarakat. Sebulan kemudian, 21 Juli 1605, Dmitry dinobatkan sebagai Tsar Rusia.

Setelah dinobatkan menjadi Tsar, Dmitry mengunjungi makam “sang ayah”, Ivan the Terrible. Untuk memperkuat legitimasinya, Dmitry juga mengunjungi “sang ibu”, Maria Nagaya, yang kini tinggal di biara. Maria membenarkan cerita Dmitry dan mengonfirmasi bahwa Dmitry memang putranya. Kini, tidak ada lagi yang menghalangi Dmitri I “Gadungan” untuk memerintah Rusia.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.




Posts created 38

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas