Pernikahan yang Mengakhiri Takhta (dan Juga Nyawa) “Tsar” — Sejarah Rusia (20)




Lukisan Saat-Saat Terakhir Dmitry Gadungan (Sumber: Carl Wenig, Wikipedia)

Setelah memperoleh dukungan dari “sang ibu” (yang juga janda Ivan the Terrible), Maria Nagaya, bahwa dirinya adalah benar sang anak kandung, Dmitri I “Gadungan” memperoleh legitimasi untuk memimpin Imperium Rusia. Namun, hal ini tidak berarti bahwa Dmitry bisa menjalankan pemerintahan dengan mulus. Banyak ketidakpuasan yang muncul karena para boyar dan rakyat Rusia melihat bahwa Dmitry hanya sekedar menjadi Tsar boneka Polandia. Apalagi, Dmitry lebih condong kepada para bangsawan Polandia ketimbang para boyar.

Ketidakpuasan ini kemudian menemukan momentumnya saat Dmitry menikahi Marina Mniszech, salah satu putri bangsawan Polandia. Pernikahan itu terjadi tanggal 8 Mei 1606. Sebagai seorang bangsawan Polandia, Marina memeluk agama Katolik Roma. Sementara, sesuai tradisi, siapapun yang menjadi istri Tsar harus memeluk agama Kristen Ortodoks Timur.

Masalah kemudian muncul ketika Marina tidak mau berpindah keyakinan. Marina bersikukuh untuk mempertahankan agamanya. Hal ini kemudian memancing kemarahan para boyar dan rakyat Rusia. Isu kemudian merebak di masyarakat bahwa alasan mengapa para bangsawan Polandia dan Kerajaan Kepausan mau habis-habisan mendukung Dmitry salah satunya karena Dmitry akan menyebarkan Katolik Roma ke tanah Rusia.




Keresahan ini meledak pada tanggal 17 Mei 1606, hanya 10 hari setelah pernikahan tersebut. Rakyat Rusia dan para boyar yang sudah jengah menyerbu Kremlin. Menyadari bahwa situasi sudah berada di luar kendali, Dmitry kabur dengan cara melompat dari jendela istana. Malang, kakinya patah. Dmitry tidak bisa kabur dalam kondisi seperti itu. Dia memutuskan untuk bersembunyi di sebuah pemandian sampai situasi terkendali.

Namun, ada yang menemukannya. Dmitry pun diseret oleh para boyar ke hadapan khalayak ramai. Tak mau membuang waktu, mereka segera membunuh Dmitry di tempat. Mayatnya dipamerkan di depan umum. Setelah dikremasi, abu Dmitry ditembakkan melalui meriam ke arah Polandia.

Cerita tak berhenti sampai di sana. Istri Dmitry, Marina Mniszech, beserta sang ayah, Jerzy Mniszech, ditahan di penjara. Sementara, beberapa rombongan dari Polandia terbunuh. Marina akhirnya dikirim pulang ke Polandia, sementara sang ayah diasingkan ke Yaroslavl.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.




Posts created 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas