Mengapa Rupiah Melemah Diserang Corona? Mari Kita Telusuri Kemana Uangnya Mengalir

Grafik1: Pergerakan Kurs Dollar terhadap Rupiah (Sumber: Google.com)

 

Indonesia saat ini menghadapi ujian yang luar biasa berat. Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. Sebagai negara yang relatif aman dari serbuan SARS dan flu burung di masa lalu, Indonesia seperti kelabakan dalam menghadapi sebuah pandemi yang memiliki tingkat penularan tinggi. Namun, saat ini masalah yang dihadapi oleh Indonesia bukan hanya masalah kesehatan, namun juga masalah perekonomian, dimana salah satunya adalah pelemahan nilai tukar rupiah.

Rupiah saat ini sudah menyentuh angka 16 ribuan per dollar amerika (USD). Kurs yang melemah ini akan sangat menyulitkan ketika pemerintah harus mengimpor sejumlah peralatan medis dan mengimpor bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pertanyaannya, mengapa rupiah bisa melemah diterjang pandemi corona seperti saat ini?

Pelemahan rupiah mengindikasikan bahwa banyak investor yang melepaskan rupiahnya untuk ditukar dengan USD. Kalau kita memandang dari sisi mata uang dollar amerika (USD), lebih banyak USD yang meninggalkan Indonesia daripada USD yang masuk. Hal ini menunjukkan adanya penurunan demand rupiah di dunia internasional.

Apa yang menjadi penyebab penurunan demand rupiah? Ada satu indikator keuangan yang juga bergerak anomali bersamaan dengan peristiwa ini, yaitu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan. IHSG sebenarnya sudah mengalami penurunan mulai tanggal 24 Januari 2020. Entah kebetulan atau tidak, tanggal 23 Januari 2020 pemerintah Tiongkok menutup kota Wuhan beserta beberapa kota lainnya di Provinsi Hubei. Bisa jadi, di titik ini para investor sudah memprediksi bahwa masalah besar akan datang di perekonomian Indonesia. Ketika Tiongkok memutuskan isolasi atas beberapa kota, para analis tahu bahwa ini serius. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa sejumlah indeks utama dunia seperti Dow Jones, FTSE dan Nikkei masih kokoh.

Grafik 2: Tren Indeks Harga Saham Gabungan (Sumber: Google.com)

 

Tren penurunan IHSG secara besar-besaran baru dimulai di tanggal 20 Februari 2020. Di titik inilah, rupiah memulai tren pelemahan besar-besaran. Pada tanggal yang sama, sejumlah indeks seperti Dow Jones Industrial Average, Nikkei 225, dan FTSE 100 juga memulai tren penurunan. Angka cantik 20-02-2020 menjadi awal kelabu bagi bursa dunia.

Menelusuri alasan kemerosotan di banyak bursa saham dunia ini sangat sulit. Tidak ada referensi yang bisa memberikan penjelasan secara meyakinkan. Salah satu spekulasi yang paling kuat adalah pada tanggal 20 Februari 2020 ini, para pelaku pasar akhirnya menyadari bahwa pandemi covid-19 akan menyeret pertumbuhan ekonomi dunia cukup lama, dan masa-masa penuh ketidakpastian membentang.

Linette Lopez, dalam artikelnya yang dimuat di Business Insider tanggal 17 Febuari 2020 mengingatkan bahwa pandemi corona bisa jadi akan melumpuhkan ekonomi Tiongkok lebih lama dari prediksi para analis Wall Street. Satu sisi, tulisan ini mengindikasikan bahwa pada titik dimana tulisan tersebut dipublikasikan, yaitu 17 Februari 2020, banyak analis yang memprediksi bahwa wabah corona hanyalah wabah sesaat. Di sisi lain, fakta bahwa si penulis akhirnya menyadari bahwa dampak corona ini seharusnya serius, juga mengindikasikan bahwa bukan tidak mungkin para analis lainnya memiliki kesadaran yang sama. Mereka akhirnya sadar bahwa sektor riil akan bermasalah dalam jangka waktu panjang. Ada kemungkinan banyak perusahaan akan merugi, penurunan daya beli masyarakat, resesi, dll. Ada ketidakpastian di sana, dan sebaiknya mereka menarik uangnya dari bursa saham sebelum terlambat.

 

Namun, ada peristiwa lain yang terjadi bersamaan dengan tanggal cantik 20-02-2020 tersebut. Hari itu, Italia untuk pertama kalinya menemukan pasien positif covid-19 yang sama sekali tidak ada kaitan langsung dengan Cina. Sebut saja pasien X. Pada pasien-pasien covid-19 di Italia sebelumnya, mereka baru saja tiba dari Cina. Kali ini berbeda. Pasien X ini tidak melakukan perjalanan ke Cina sebelumnya. Setelah diusut, pasien X ternyata bertemu dengan seorang teman yang baru pulang dari Cina. Pertemuan ini terjadi tanggal 21 Januari 2020. Sang teman sendiri memiliki hasil tes negatif covid-19. Ada masa satu bulan antara pertemuan sampai akhirnya terdeteksi. Pasien X tentu sudah sangat banyak bepergian dan bertemu banyak orang. Terjadi kehebohan di dunia barat. Ada potensi banyak orang yang sebenarnya positif covid-19 di negara-negara maju ini akan tetapi tidak terdeteksi. Kepanikan ini bisa jadi kemudian membuat para investor menarik diri dari bursa saham.

Jika para investor ramai-ramai menarik investasinya dari bursa saham, lalu kemana uang-uang tersebut lari? Well, di tanggal tersebut harga emas memulai tren peningkatan harga. Itu artinya, terjadi aliran dana masuk memborong emas dunia. Di sisi lain, US 10-year Treasury juga mengalami tren penurunan yield di tanggal tersebut. Ini berarti banyak uang-uang dari bursa saham yang juga lari ke obligasi pemerintah Amerika Serikat.

 

Baik emas maupun obligasi pemerintah, apalagi pemerintah negara super power Amerika Serikat, memang memiliki risiko yang jauh lebih kecil daripada investasi di bursa saham. Investasi di bursa saham bisa merosot, dividen tidak terbayar, atau yang terburuk perusahaan tersebut pailit dan kekayaan pun hangus. Namun, apapun yang terjadi, emas akan tetap berwujud, sementara obligasi pemerintah akan tetap terbayar dengan pasti (tentunya hanya berlaku untuk obligasi di negara-negara yang dianggap kredibel).

Jadi, pelemahan rupiah terjadi karena keraguan investor akan kelangsungan perekonomian global. Para investor menarik uangnya dari bursa saham global untuk kemudian dibelikan aset yang lebih kecil risikonya. Masalah ketidakpercayaan bukan hanya dialami oleh Indonesia, melainkan seluruh dunia.

Satu yang saat ini masih menjadi misteri bagi saya adalah peristiwa di tanggal 9 Maret 2020. Harga emas anjlok kembali ke nilai wajar, yield US 10-year Treasury mengalami peningkatan, tapi nilai di sejumlah bursa saham dunia masih anjlok. Kemanakah uangnya mengalir? Jika ada yang tahu, monggo di-share. Kita sama-sama belajar.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas