Ketika Para Calon Kepala Daerah Tidak Mengindahkan Protokol Kesehatan, Masih Yakin Pandemi Berakhir?

(Foto: Element5 Digital/Pexels)

Melihat pemberitaan tentang pilkada ini membuat saya geleng-geleng kepala. Para calon pemimpin rakyat di daerah masing-masing ini seperti menganggap himbauan Menteri Dalam Negeri angin lalu saja. Mendagri yang juga mantan Kapolri itu seperti kehilangan tajinya. Instruksi Pak Tito yang melarang adanya pengumpulan massa diinjak-injak begitu saja oleh para calon kepala daerah ini.

Mulai dari arak-arakan naik sepeda motor, naik sepeda gowes, naik vespa, sampai naik haji. Luar biasa. Inilah potret para calon kepala daerah. Masih yakin mereka akan sanggup mengatasi covid-19 ini? Masih yakin jika mereka peduli dengan kepentingan rakyatnya?

Tidak, jangan su’udzon dulu. Mereka peduli kok dengan rakyat. Karena para calon kepala daerah itu beserta keluarga dan konco-konconya kan rakyat juga. Tolong kalian para pembaca jangan merasa sok paling jadi rakyat sendiri ya. Kita semua setara!

Kembali ke masalah kerumunan massa. Pilkada masih panjang. Ini baru pendaftaran. Belum kampanye. Kira-kira nanti jadi apa? Pak Doni Monardo selaku Kepala BNPB sudah mengancam polisi akan membubarkan kampanye jika ada kerumunan massa. Tapi kan Mendagri di bulan Agustus kemarin sudah mengancam. Dan tidak ada pembubaran. Nah lho!

Tapi jangan melulu salahkan para calon kepala daerah ini. Ada yang harusnya memberi contoh. Karena….. Ah sudahlah. Cukup sampai di sini saja. Jangan diteruskan.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.

Posts created 33

Satu tanggapan pada “Ketika Para Calon Kepala Daerah Tidak Mengindahkan Protokol Kesehatan, Masih Yakin Pandemi Berakhir?

  1. Kalau saya sih yakin pandemi akan berakhir. Persoalan pelanggaran protokol itu akan membuat pandemi lebih lama, korban lebih banyak, tapi pada akhirnya akan berakhir. Membuat orang disiplin dengan protokol sepertinya bukan hal mudah. Bahkan ketika yang dipertaruhkan nyawa sekalipun. Saya kira salah satunya karena sikap sebagian dari kita juga. Alih-alih mendisiplinkan diri sendiri, justru sibuk melihat-lihat kesalahan orang lain. Para Cakada / Cawakada lah. Orang yang lebih atasnya lah. Kalau kita fokus dengan disiplin diri kita sendiri saja, pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, Insya Allah kalaupun pandemi masih berlanjut setidaknya kita tidak terinfeksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas