Kemunculan Sosok Dmitry I “Gadungan” — Sejarah Rusia (18)




Lukisan Sumpah Persekutuan Dmitri I Gadungan kepada Sigismund III (Sumber: Lukisan Nikolai Nevrev, WIkipedia)

Di artikel sebelumnya, Tsar Fyodor II dieksekusi tak lama setelah Dmitry I “Gadungan” memasuki kota Moskow. Selaku satu-satunya “keturunan sah” Ivan the Terrible yang tersisa, takhta memang “seharusnya” menjadi milik Dmitry I. Di pembahasan kali ini, kita akan sedikit flashback ke belakang dahulu. Kita akan fokus pada sejarah kemunculan Dmitry I “Gadungan” ini.

Sosok Dmitry I “Gadungan” mulai muncul dalam sejarah sekitar tahun 1600. Ketika Tsar Boris Godunov mendengar kabar tentang Dmitry, dia mengeluarkan perintah untuk segera menangkap Dmitry. Dmitry segera kabur menyelamatkan diri ke Persemakmuran Polandia-Lithuania yang merupakan musuh Rusia.

Menurut pengakuan Dmitry I “Gadungan”, sang Ibu (Maria Nagaya — Janda Ivan the Terrible) sejak awal sudah mencurigai niat jahat Boris Godunov untuk membunuhnya. Oleh sang ibu, Dmitry kemudian diserahkan kepada seorang dokter untuk kemudian disembunyikan ke dalam berbagai biara. Setelah kematian sang dokter, Dmitry pun bergegas kabur ke Polandia. Di sana, Dmitry bekerja untuk keluarga Wiśniowieckis, klan bangsawan Polandia.




Sejumlah bangsawan Polandia pun memutuskan untuk mendukung klaim Dmitry. Maret 1604, Dmitry menemui Raja Polandia, Sigismund III Vasa, untuk mencari dukungan. Sigismund III Vasa memberikan persetujuannya. Bisa jadi, baik Raja Polandia maupun para bangsawannya sebenarnya tidak percaya dengan pengakuan Dmitry. Namun, sebagai kerajaan yang memiliki sejarah rivalitas yang panjang dengan Rusia, mungkin mereka melihat potensi memasang raja boneka di sana. Apalagi, para bangsawan ini tentu tergiur akan memperoleh hadiah berupa wilayah kekuasaan di Rusia.

Selama berada di Polandia, Dmitry bertemu Marina Mniszech, anak bangswawan Polandia Jerzy Mniszech. Dmitry dan Marina saling jatuh cinta. Dmitry menjanjikan wilayah Pskov, Novgorod, Smolensk, dan Novhorod-Siverskyi kepada Jerzy Mniszech jika diizinkan untuk memperistri Marina. Jerzy Mniszech pun setuju.




Selain Kerajaan Polandia beserta Persemakmuran Polandia-Lithuania, Dmitry juga memperoleh dukungan dari Negara Kepausan. Paus Paulus V melihat adanya potensi untuk memperluar pengaruh Katolik Roma ke kawasan Rusia. Tanah Rusia saat itu memang dikuasai kalangan Kristen Ortodoks Timur Rusia. Sebelumnya, Paus Paulus II sempat mencoba dengan menikahkan Ivan III (ayah Ivan the Terrible) dengan seorang putri dari kerajaan Byzantium, Sophia Paleologue. Namun upaya tersebut gagal. Sophia justru menjadi pengikut Gereja Ortodoks Timur. Kini, peluang itu muncul lagi.

Akhirnya, Dmitry berhasil mengumpulkan kurang lebih 4000 pasukan untuk menyerbu Rusia. Pasukan ini terdiri atas pasukan Polandia dan Lithuania, tentara bayaran dari Jerman, Kossak, dan sejumlah pasukan dari para boyar di Rusia. Dmitry kini siap untuk menantang Tsar Boris Godunov untuk memperebutkan takhta Rusia.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.




Posts created 38

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas