Imperium Rusia, Terjajah dan Kemudian Merdeka — Sejarah Rusia (22)

Dwi Tunggal Mimin dan Pozharsky (Lukisan: Mikhail Scotti/Wikipedia)

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, Tsar Vasili IV Shuysky kewalahan menghadapi pasukan Dmitry Gadungan II. Untuk mengatasinya, Vasily membuat perjanjian militer dengan Raja Swedia Charles IX pada 28 Februari 1609.

Keputusan ini kemudian menjadi blunder karena Swedia saat itu sedang berperang dengan Polandia. Raja Polandia Sigismund III Vasa yang selama ini memberi bantuan kepada Dmitry Gadungan II kini memiliki legitimasi untuk menyatakan perang terhadap Rusia.

Para pendukung Dmitry pun segera meninggalkan Dmitry dan bergabung dengan Raja Sigismund. Bagaimanapun, Sigismund adalah Raja Polandia dengan pengaruh dan kekuatan yang jauh lebih besar daripada Dmitry. Kancah Dmitry Gadungan II di perpolitikan Rusia pun berakhir. Setahun kemudian Dmitry mati dibunuh.

Perlawanan Tsar Vasily berakhir pada tanggal 4 Juli 1610 dalam pertempuran Klushino. Ketujuh boyar pendukung Vasily memintanya untuk mengundurkan diri. Vasily kemudian dibawa ke Warsawa. Dua tahun kemudian Vasily meninggal sebagai tahanan di Kastil Gostynin di dekat Warsawa.

Sejumlah boyar termasuk ketujuh boyar pendukung Vasily setuju untuk mengangkat Pangeran Władysław, putra Sigismund, menjadi Tsar. Namun, mereka meminta satu syarat. Władysław harus membiarkan rakyat Rusia mempertahankan Kristen Ortodoks sebagai agama negara.

Akan tetapi, hal ini tidak bertahan lama. Raja Sigismund, sang ayah, menentang gagasan ini dan mengambil alih takhta Rusia. Sigismund ingin mengubah agama resmi negara menjadi Katolik Roma. Uskup tertinggi Kristen Ortodoks Rusia dikurung dalam penjara. Hal ini kemudian mengakibatkan kemarahan dari para boyar dan rakyat Rusia.

Kuzma Minin, seorang pedagang dari Nizhny Novgorod, berhasil melakukan pengumpulan dana untuk membentuk tentara relawan. Minin kemudian merekrut Pangeran Dmitry Pozharsky, salah satu boyar yang sangat berpengaruh, untuk memimpin pasukan.

Peluang untuk memerdekakan kembali Rusia akhirnya mulai tampak pada Januari 1612. Sejumlah pasukan Polandia memberontak karena tidak menerima gaji. Para pasukan ini kemudian memilih pulang ke Polandia.

Tentara relawan bentukan Minin dan Pozharsky berhasil mengambil alih Yaroslavl pada Maret 1612 dan mendirikan pemerintahan Rusia darurat di sana. Pada Agustus 1612, mereka berhasil memasuki Moskow. September 1612, terjadi pertempuran besar di Moskow. Pasukan Polandia kesulitan untuk menaklukkan kembali ibu kota Rusia tersebut. Pada tanggal 7 November 1612, pasukan Polandia mundur karena kehabisan logistik. Moskow akhirnya kembali ke tangan rakyat Rusia.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.

Posts created 38

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas