Ilmu Kebatinan Hadapi Corona

Ilustrasi Sholat Berjamaah (Foto: Rayn L/Pexels)

Selamat pagi para pembaca economagz.id. Pagi ini saya ingin sedikit sharing pengalaman horor yang saya lihat kemarin. Karena ada sebuah keperluan, kemarin saya tidak sholat jumat di kantor saya seperti biasanya. Saya harus melakukan perjalanan. Tadinya saya niatkan jumatan di Masjid Istiqlal. Saya teringat terakhir kali saya sholat jumat di Istiqlal sekitar tahun 2011. Ingin rasanya sekalian melihat bagaimana suasana Istiqlal sekarang.

Namun, begitu tiba di sana, pagar ditutup. Saya segera berputar mengelilingi Istiqlal mencari pagar yang dibuka, namun ternyata semua ditutup. Baru belakangan saya menemukan sebuah spanduk. Istiqlal belum menyelenggarakan sholat jumat.

Akhirnya, saya mencari masjid lain. Saya menemukan sebuah masjid yang cukup besar yang ada di pinggir jalan. Saya memutuskan untuk sholat di sana.

Dan apa yang saya temukan sungguh luar biasa. Semua yang menjadi horor bagi para dokter ada di sana. Sebut saja semuanya. Tidak ada social distancing, mayoritas tidak pakai masker, ketika amien di-gas pol gak pake kendor, dan satu sajadah berdua. Betapa fenomenal!

Ketika angka infeksi corona yang terus meningkat — dan bahkan sempat melampaui 2000 orang — kita masih seperti ini. Hidup berjalan seperti biasa. Real normal, bukan new normal.

Sebagai seorang aparatur pemerintahan, saya sadari bahwa saya biasa menjalani kehidupan yang ideal layaknya hidup di Squidward’s Land Squidville. Tapi ternyata di masyarakat yang mereka hadapi berbeda. Tidak semua bisa dapat privillege punya tempat kerja yang ada masjid sendiri. Itu juga jika mereka cukup beruntung punya pekerjaan di sektor formal.

Kali ini saya tidak ingin berkomentar apapun. Saya hanya melaporkan pandangan mata saja. Sepertinya memang strategi kita menghadapi corona saat ini menggunakan kearifan lokal khas Indonesia. Semua masalah diselesaikan lewat ilmu kebatinan. Yang penting batin kita terus optimis, positif, tidak cemas, tidak panik, dan tidak termakan hoax. Biar virus coronanya yang mati sendiri karena virusnya panik melihat optimisme kita.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.

Posts created 25

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas