Flu Spanyol yang (Ironisnya) Tidak Berasal dari Spanyol — Sejarah Wabah Dunia (1)




Salah Satu Pamflet Flu Spanyol (Sumber: University of Calgary Press, Wikipedia)

Hari-hari ini, corona menjadi bahasan harian di Indonesia, dan bahkan mungkin di seluruh penjuru dunia. Banyak yang menganggap bahwa ini flu biasa yang bisa diselesaikan dalam satu atau dua bulan, namun ada juga yang lebih skeptis. Di Amerika Serikat, ada prediksi bahwa puncak serangan Covid-19 akan terjadi di Bulan Mei. Bulan Juni akan menjadi bulan awal tren penurunan.

Adakalanya, kita perlu belajar dari sejarah bagaimana peristiwa pandemi global menyerang di masa lalu. Bukan hanya untuk memperoleh gambaran seberapa lama sebuah wabah bisa menyerang, melainkan dampaknya dalam tatanan sosial, ekonomi, politik, dll.

Beberapa pandemi bisa dikatakan sangat mempengaruhi jalannya sejarah. Wabah kematian hitam membuat Moskow yang tadinya pemain kecil di tanah Rus menjadi bisa bersaing dengan kerajaan-kerajaan lainnya yang terkena wabah. Wabah Athena membuat Athena yang merupakan negara superpower kehilangan dominasinya dan menjadi jajahan Sparta. Itu sebabnya, economagz akan menghadirkan rangkaian seri sejarah pandemi dunia.




Pembahasan pertama kali ini adalah pandemi Flu Spanyol. Orang sering salah mengira bahwa wabah ini berasal dari Spanyol, atau bahkan hanya melanda Spanyol. Maklum, karena virus ini dinamakan Flu Spanyol. Namun, sejarah penamaan ini sebenarnya sangat jauh dari perkiraan kita.

Wabah ini dinamakan Flu Spanyol karena di masa awal kemunculannya hanya Spanyol yang memberitakan wabah ini dengan transparan. Bahkan, raja Spanyol sendiri, Alfonso XIII, juga terkena wabah ini meski sembuh dan selamat. Sementara, negara lain yang terkena wabah ini mayoritas berupaya menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Akibatnya, Spanyol tampak menjadi satu-satunya negara yang habis-habisan dihajar oleh wabah ini. Hal ini memunculkan persepsi di masyarakat saat itu bahwa wabah ini berasal dari Spanyol dan Spanyol adalah negara yang paling menderita.

Ada alasan kuat mengapa mayoritas negara lainnya pada awalnya berupaya menyembunyikan keberadaan wabah tersebut. Wabah ini mulai menyerang pada Januari 1918, sementara perang dunia I baru berakhir 11 November 1918. Mayoritas negara yang terdampak turut dalam perang dunia I dan mereka tidak ingin menurunkan moral pasukannya, apalagi sampai meningkatkan moral lawan. Sementara, Spanyol netral dalam perang tersebut.




Darimana Wabah Ini Berasal?

Tentara di Fort Riley, Kansas yang Dirawat Akibat Flu Spanyol (Sumber: Otis Historical Archives, National Museum of Health and Medicine, Wikipedia)

Ironisnya, hasil studi saat ini mengindikasikan bahwa flu Spanyol justru tidak berasal dari Spanyol. Étaples, yang berada di bagian utara Perancis, diduga menjadi pusat wabah flu Spanyol. Étaples merupakan tempat pendaratan tentara Inggris dan juga menjadi tempat perawatan tentara Inggris yang terluka. Pada akhir tahun 1917, dilaporkan muncul wabah dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Hal ini cukup wajar mengingat banyak tentara sakit, banyaknya tentara yang lalu-lalang, peternakan babi dan peternakan unggas ada di sana.

Teori lain menjelaskan bahwa flu Spanyol berasal Kansas, Amerika Serikat. Menurut catatan, serangan epidemi ini sudah muncul di akhir tahun 1917 di setidaknya 14 kamp militer Amerika Serikat. Diduga, virus ini berasal dari peternakan unggas dan babi yang berada di Fort Riley, Kansas. Para tentara amerika kemudian membawa virus tersebut ke berbagai penjuru dunia ketika mereka berangkat ke medan perang dunia I.

Ada juga teori lain yang menyebutkan Cina sebagai sumber flu Spanyol. Dalam perang dunia I, sejumlah pekerja dari Cina dikerahkan sekutu. Diduga, mereka membawa virus tersebut dari Cina. Cina memang turut menjadi negara yang terkena wabah flu Spanyol meskipun relatif tidak terlalu parah. Namun, teori ini kurang mendapat dukungan.




Penyebaran Pandemi Flu Spanyol

Wabah flu Spanyol merebak begitu mudah karena terjadi bersamaan dengan berlangsungnya perang dunia I. Banyaknya konsentrasi manusia, melakukan mobilisasi dalam jumlah besar, seringkali kekurangan nutrisi, kelelahan, dan stress membuat virus ini mudah menyebar. Apalagi, di masa itu moda transportasi semakin maju.

Flu Spanyol menyerang banyak negara. Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Cina, Sierra Leone, Jepang, Selandia Baru, Brazil, Ghana, dan lain-lain. Indonesia (yang saat itu bernama Hindia Belanda) juga turut menjadi korban flu Spanyol. Meskipun dimulai pada akhir tahun 1917 dan dinamakan flu Spanyol, wabah ini justru baru mencapai Spanyol pada November 1918.

Tiga Gelombang Pandemi Flu Spanyol di Inggris (Sumber: Centers for Disease Control and Prevention, Wikipedia)
Tiga Gelombang Pandemi Flu Spanyol di Inggris (Sumber: Centers for Disease Control and Prevention, Wikipedia)

Serangan wabah flu Spanyol terjadi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama, flu Spanyol lebih banyak memakan korban para lansia dan orang sakit. Sementara, mereka yang berusia muda dan berbadan sehat umumnya sembuh dengan cepat. Namun, semua itu berubah di bulan Agustus 1918. Dalam serangan gelombang kedua yang awalnya muncul di Perancis, Amerika Serikat, dan Sierra Leone ini, para pemuda yang sehat juga memiliki tingkat kematian yang tinggi. Gelombang kedua ini menjadi titik dimana wabah mencapai level paling mematikan.

Angka kematian masih simpang siur sampai saat ini. Ada yang menyebut 25 s.d. 39 juta jiwa, 50 juta jiwa, maupun 17 juta jiwa. Saat itu, diperkirakan populasi manusia di Bumi sebanyak 1,8-1,9 miliar jiwa. Sebagai perbandingan, perang dunia I “hanya” memakan korban 16 juta jiwa. Di Indonesia (Hindia Belanda) sendiri, diperkirakan 1,5 juta jiwa meninggal akibat wabah flu Spanyol dari total 30 juta penduduk saat itu.




Oktober 1918 menjadi puncak pandemi. Setelah itu, wabah ini mengalami penurunan. Sempat ada eskalasi di tahun 2019 (yang disebut sebagai gelombang ketiga), namun tidak sempat mencapai level seperti gelombang kedua. Meski, tentunya, tetap saja mengerikan.

Fakta yang cukup ironis dari wabah ini adalah meski tentara amerika membawa virus tersebut dan cukup banyak menjadi korban, blok sentral lah yang jauh lebih besar menjadi bulan-bulanan wabah ini. Jumlah korban meninggal di Jerman dan Austria lebih besar daripada Inggris dan Perancis. Wabah ini mempercepat berakhirnya perang dunia I.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.




Posts created 38

Satu tanggapan pada “Flu Spanyol yang (Ironisnya) Tidak Berasal dari Spanyol — Sejarah Wabah Dunia (1)

  1. menurut pendapat saya tentang penyebaran virus Corona yang telah meluas ke berbagai belahan dunia membawa dampak pada perekonomian dunia baik dari sisi perdagangan, investasi dan pariwisata, virus corona berdampak pada investasi karena masyarakat akan lebih berhati-hati saat membeli barang maupun berinvestasi. virus corona juga memengaruhi proyeksi pasar. Investor bisa menunda investasi karena ketidakjelasan supply chain atau akibat asumsi pasarnya berubah. dan itu sangat berpengaruh terhadap pendapat ekonomi masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas