Amarah Ivan the Terrible yang Menjadi Awal dari Akhir 700 Tahun Kekuasaan Dinasti Rurik di Rusia — Sejarah Rusia (14)




(Sumber: Lukisan Ilya Repin, Wikipedia)

Sahabat bermanfaat semua. Sebagaimana kita tahu, Ivan the Terrible memerintah dengan tangan besi. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh perjalanan hidup Ivan yang penuh dengan kejadian traumatis. Kerasnya karakter Ivan ini pada akhirnya akan memunculkan tragedi yang mengakhiri kekuasaan Dinasti Rurik atas tanah Rusia yang telah berlangsung selama lebih dari 700 tahun.

Ivan the Terrible memiliki tiga orang putra, yaitu Ivan Ivanovich, Feodor Ivanovich, dan Dmitri Ivanovich (dalam peristiwa ini belum lahir). Ivan Ivanovich (kita sebut saja sebagai Ivan muda) saat itu berstatus sebagai putra makhkota. Selain merupakan putra tertua, Ivan muda juga merupakan putra yang dianggap paling mampu menjalankan pemerintahan. Feodor dianggap terlalu lemah untuk menjadi seorang Tsar.




Ivan tua memang dikenal keras dan bertangan besi. Namun, tangan besi Ivan tua tidak hanya dalam urusan pemerintah, melainkan juga dalam urusan pribadi Ivan muda. Awalnya, Ivan muda menikah dengan Eudoxia Saburova di usia 17 tahun. Ivan tua, ingin agar sang putra memiliki keturunan untuk penerus takhta secepatnya. Namun, ketika pernikahan itu tidak kunjung memberikan keturunan, Ivan tua mengirim Eudoxia ke biara, dan menikahkan Ivan muda dengan Praskovia Solova. Namun, lagi-lagi pernikahan ini tidak segera memiliki keturunan sehingga istri kedua Ivan muda ini juga dikirim ke biara. Akhirnya, di pernikahannya yang ketiga bersama Yelena Sheremeteva inilah ada tanda-tanda akan adanya penerus. Yelena hamil.

Namun, masalah kemudian muncul. Sebulan Yelena memasuki kehamilan, Ivan tua melakukan penganiayaan kepadanya. Alasannya adalah Yelena mengenakan pakaian yang dianggap terlalu tipis. Naas, penganiayaan ini mengakibatkan keguguran. Cucu penerus takhta yang selama ini paling diinginkan oleh Ivan tua, justru gugur di tangan Ivan tua sendiri. Mengetahui hal tersebut, Ivan muda segera melakukan konfrontasi kepada Ivan tua.




Terjadilah percekcokan yang sengit diantara keduanya. Ivan tua yang terkenal keras tentu tidak akan mau mengalah. Ketika emosi memuncak, Ivan tua memukulkan tongkat kerajaannya ke kepala Ivan muda. Ivan muda pun terkapar, tak sadarkan diri, dan mengalami pendarahan. Menyadari hal itu, Ivan tua segera menghampiri sang putra, menciumnya sambil menangis. Ivan muda sekarat selama empat hari. Selama masa itu, konon Ivan tua tidak berhenti berdoa untuk keselamatan sang calon penerus takhta. Namun, akhirnya Ivan muda meninggal pada tanggal 19 November 1581.

Kematian Ivan muda ini menjadi akan menyebabkan konflik pasca kematian Ivan the Terrible. Dinasti Rurik runtuh dan Rusia memasuki masa kekacauan. Bagaimana kisahnya? Nantikan kelanjutannya.

Jangan lupa like halamanfacebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas economagz.id.




Posts created 70

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas